Krisis Keuangan, PKS Pertanyakan Kerjasama Pemkot-UPH Dikirim pada hari Kamis, 8 Jul 2010 20:57 WIB
Ambon - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Ambon mempertanyakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kota Ambon (Pemkot) dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) dalam rangka meningkatkan kwalitas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkup pemkot.
Peningkatan kapasitas tiap SKPD tersebut menggunakan anggaran APBD, namun kini tidak memberikan hasil yang dirasakan masyarakat, Buktinya pemkot sementara berada dalam kondisi krisis keuangan yang memprihatinkan
Hal tersebut diungkapkan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Ambon Mardin Wali kepada wartawan di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (7/7).
"Kami mempertanyakan apa sih yang dipelajari oleh SKPD-SKPD ketika Pemkot membangun kerjasama dengan UPH , untuk peningakatan kapasitas dan sekitarnya itu oleh SKPD yang ternyata kemudian itu tidak memberikan dampak apa-apa terhadap kinerja Pemerintahan apalagi dengan kondisi krisis seperti saat ini," ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh pemkot dengan bekerjasama dengan UPH tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan pemkot saat ini, karena seharusnya jika peningkatan kapasitas dilakukan maka pemkot tidak akan mengalami kondisi seperti saat ini.
"Intinya kegiatan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan, tujuan kita apa kegiatannya apa itu tidak nyambung, yang kemudian dari sisi anggaran terjadi kesalahan pengangaran ataupun pada instansi kegiatan tersebut, harusnya ketika SKPD itu dilatih maka harus dilatih sesuai dengan spesifikasi tugas mereka, karena misalnya kerja Dinas Perhubungan tidak sama dengan Dinas Tata kota," ujarnya
Anggota Komisi I ini mengakui karena tidak hasilnya bagi pemkot, sehingga kondisinya seperti sekarang dimana masing-masing SKPD pasrah dengan keadaan yan ada dan tidak bisa melakukan inovasi dan kreasi-kreaasi padahal, logikanya seorang pemimpin itu ditahan ketika dia bisa sukses dan bertahan pada saat kondisi krisis, sebab kalau kondisinya biasa-biasa saja maka semua orang juga bisa melakukannya.
"Tantangan besar yang dihadapi Pemkot adalah bagaimana keluar dari kondisi ini dan dan bisa dilakukan surplus, minimal berimbang jangan kondisi ini terbawa lagi pada tahun 2011 karena ini akan membawa hasil yang tidak bagus bagi kepemimpinan walikota selama dua periode," pintanya.(S-30)
http://www.siwalimanews.com/show.php?mode=headline&id=2979&path=list-headline-news.html
|